Monday, September 2, 2019

Semoga Sampah Plastik Bisa Hilang Dari Kota Kita

Indonesia akan mengekspor kembali sampah plastik ilegal ke negara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, menyusul berita tentang impor ilegal sampah plastik di Gresik, Jawa Timur. Sampah yang masuk ke Indonesia, yang berbahan plastik, jelas tidak legal. Dan pada dasarnya ketentuan ada di sana, oleh karena itu kami akan melakukan ekspor ulang, kata Nurbaya di Jakarta, Senin.

Impor limbah plastik ilegal bukan masalah baru. Dari 2015 hingga 2016, Indonesia mengekspor kembali puluhan kontainer sampah plastik. Menurut Nurbaya, langkah-langkah untuk mengekspor kembali saat ini sedang dibahas di tingkat direktur jenderal kementerian terkait, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, serta Kantor Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Semoga Sampah Plastik Bisa Hilang Dari Kota Kita - Limbah dalam bentuk chip plastik dicampur dengan kertas yang tidak dapat didaur ulang, serta limbah plastik yang bentuknya bervariasi dalam bentuk botol, sachet, kemasan makanan, perawatan pribadi dan produk rumah tangga, telah ditemukan di Gresik.

Menurut peneliti Pusat Hukum Lingkungan Indonesia Fajri Fadillah, impor sampah plastik di Gresik dilarang dan dapat dihukum sebagai kejahatan, berdasarkan Pasal 29 ayat (1) huruf B, dalam hubungannya dengan Pasal 37 ayat (1) Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Pejabat harus menyelidiki kasus impor limbah plastik. Selain itu, Mendag harus mencabut persetujuan impor untuk importir produsen kertas yang tidak melaporkan limbah plastik yang mereka impor. Lebih lanjut, permohonan persetujuan impor harus ditinjau oleh Menteri Perdagangan dengan berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kata Fadillah.

Dia juga mengatakan bahwa implementasi dua aturan mengenai limbah impor, Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 / M-DAG / PER / 5/2016 tentang Impor Limbah Tidak Berbahaya dan Beracun untuk mengontrol impor limbah, perlu dipantau.

Pemerintah perlu mengevaluasi kembali perusahaan yang memiliki lisensi impor plastik dan kertas bekas, untuk mengetahui apakah mereka bertindak sesuai dengan lisensi, dan apakah praktik mereka mencemari lingkungan, kata Fadillah.

(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)(*)

Pada tahun 2018, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan 141 persen (283.152 ton) dalam impor sampah plastik di Indonesia.

Angka ini adalah yang tertinggi untuk impor limbah plastik dalam 10 tahun terakhir. Pada 2013, impor sampah plastik sekitar 124.433 ton. Namun, peningkatan impor tidak seimbang dengan angka ekspor, karena angka ekspor turun 48 persen (98.450 ton) pada tahun 2018.

Angka ini menunjukkan bahwa masih ada 184.702 ton sampah di Indonesia, di luar beban pengelolaan sampah domestik di negara itu sendiri, kata Fadillah.

Aktivis lingkungan dari Bali Fokus, Mochamad Adi Septiono, juga mengatakan bahwa Indonesia harus mengantisipasi dampak kebijakan Pedang Nasional China, yang secara ketat membatasi impor limbah plastik. Cina sebelumnya mengambil 45,1 persen dari limbah dunia, tetapi sejak Maret 2018 ia membatasi impor sampah.

Sampah yang diproduksi oleh negara-negara seperti Amerika biasanya dikirim ke Cina, sekarang setelah Cina menerapkan kebijakannya, negara-negara ASEAN, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam, menjadi sasaran, katanya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membenarkan bahwa maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan terus ditinjau sehubungan dengan penurunan jumlah penumpang pesawat selama perayaan Idul Fitri 2019.

Kami akan terus meninjau Garuda ini. Insya Allah, jika kita ingin menjadi lebih baik di masa depan, kita harus berusaha untuk menawarkan harga yang lebih baik, Menteri Soemarno memberitahu wartawan di sini pada hari Senin.

Soemarno menjelaskan bahwa dia juga akan merenungkan cara-cara untuk menawarkan harga tiket lebih murah ke daerah-daerah tertentu. Oleh karena itu, benar-benar ada daerah yang harus kita pikirkan dalam hal bagaimana kita dapat memberikan harga tiket yang lebih murah, katanya setelah menghadiri pertemuan halal bi halal (perayaan pasca puasa) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mencatat bahwa jumlah penumpang yang menggunakan semua moda transportasi selama perayaan Idul Fitri 2019 dilaporkan telah meningkat, kecuali untuk jumlah penumpang pesawat yang telah mencatat penurunan 15 persen.

Sumadi mencatat bahwa armada yang tersedia terbatas adalah salah satu alasan di balik pengurangan jumlah penumpang pesawat. Dia juga mengklaim telah menerima laporan dari beberapa penumpang yang tidak mendapatkan tiket penerbangan karena pengurangan dalam operasi pesawat, meskipun ia percaya pertumbuhan jumlah penumpang akan terjadi jika armada akan ditingkatkan.

Itu terlihat dari penurunan aplikasi penerbangan tambahan selama Idul Fitri 2019. Selain itu, ia mencatat bahwa harga tiket yang curam telah mengakibatkan penurunan jumlah penumpang.

No comments:

Post a Comment