Thursday, September 19, 2019

Pengembangan Pariwisata Terbaru Telah Berkembang Pesat

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa industri pariwisata halal Indonesia telah menempati peringkat nomor satu di dunia pada Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Laporan GMTI memberi peringkat 130 tujuan perjalanan Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Malaysia, Turki, Saudi Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, dan Brunei. Untuk ini, ia menilai empat faktor utama, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan.

Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, pariwisata halal Indonesia telah menempati peringkat pertama. Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Baru saja diumumkan, kata Jokowi pada peresmian kompleks Taman Halal, stadion Gelora Bung Karno (GBK), di sini pada hari Selasa. Taman Halal adalah area yang menawarkan makanan halal, minuman, dan produk gaya hidup Islam lainnya.

Di antara mereka yang hadir pada pelantikan adalah Menteri Negara BUMN Rini Soemarno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, dan CEO dan pendiri Taman Halal HIJUP Taman Diajeng Lestari. Sukuk kami (obligasi sesuai syariah) tumbuh sangat besar. Bulan lalu, sukuk ritel seri SR011 kami dijual dengan harga Rp2,1 triliun. Ini adalah kepercayaan yang harus kita pertahankan dalam menarik investor baru, kata Jokowi.

Sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus mendapat manfaat dari pengembangan pariwisata terbaru telah berkembang pesat, tambahnya. Indonesia telah menetapkan target menarik lima juta wisatawan Muslim asing pada 2019, atau seperempat dari total target menarik 20 juta wisatawan asing, atau meningkat 42 persen dari target tahun lalu.

Pariwisata halal telah ditetapkan sebagai kekuatan pendorong utama di balik industri pariwisata Indonesia secara umum, menurut Presiden. Pada 2018, ada 140 juta turis Muslim dengan total kapasitas belanja online 35 miliar dolar AS. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 158 juta wisatawan Muslim pada tahun 2020. Ini berarti ada segmen pasar yang harus dieksploitasi oleh Indonesia; apalagi, negara kita memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, katanya.

Proyeksi global menunjukkan bahwa permintaan produk halal pada 2019 akan mencapai 3,7 triliun dolar AS, tambahnya. Sementara itu, Lestari mengatakan bahwa pangsa pasar produk halal di Indonesia pada 2017 adalah 2,1 triliun dolar AS. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerukan perlunya perbaikan berkelanjutan untuk sistem Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, untuk menarik lebih banyak penumpang.

Berita berkaitan jasa seo terbaik berkualitas harga murah bergaransi

Penilaian baru-baru ini menunjukkan waktu keberangkatan kereta listrik yang panjang yang perlu dikerjakan, menteri mencatat setelah melakukan evaluasi LRT di sini, Selasa. Selain itu, jarak tempuh kereta listrik akan meningkat, terutama selaras dengan kebutuhan pengguna. Menteri mengkonfirmasi target untuk mengurangi kemajuan kereta hingga di bawah satu jam.

Sumadi mengatakan bahwa kereta listrik belum dalam tahap uji coba di mana evaluasi yang sedang berlangsung dianggap perlu. Menurut menteri, LRT dibangun di Palembang, karena Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Oleh karena itu, sarana transportasi umum massal ini belum merupakan konsep baru, di mana evaluasi harus dilanjutkan, katanya.

Info baru menggunakan jasa optimasi dengan SEO.

Kementerian telah memastikan pemantauan yang stabil terhadap perkembangan dalam pengembangan LRT Palembang untuk memastikan hasil terbaik. Subsidi untuk tiket untuk menggunakan transportasi umum ini masih dalam proses implementasi sampai menjadi operasional. Subsidi biasanya ditawarkan kepada penumpang yang menggunakan alat transportasi massal, termasuk LRT Palembang, katanya.

Indeks komposit Indonesia (BEI) menguat sebesar 5,57 poin, atau 0,09 persen, menjadi 6.440,72, pada hari Senin, menjelang hari pemilihan pada hari Rabu, 17 April. Sementara itu, indeks dari 45 obligasi utama, atau LQ45, juga mencatat kenaikan 1,21 poin, atau 0,12 persen, menjadi 1.014,48.

No comments:

Post a Comment